Andai Aku Jadi Presiden #1



Hello guys, ketemu lagi nih…
Gimana kabar kalian? Baik-baik aj kan? :)
Pada kali ini aku akan membahas suatu tema “Andai Aku Jadi Presiden”.
Pasti kalian pernah kan berangan-angan kalau suatu saat anda bisa jadi seorang Presiden?
Pasti adalah pekerjaan yang luar biasa bukan? Menjadi seorang kepala negara, keren ga tuh… :D
                Setelah pada postingan sebelumnya kita sudah mengetahui asal kata Presiden, syarat-syarat untuk menjadi presiden, dan wewenang-wewenang seorang Presiden. Kalau kita perhatikan tugas seorang Presiden tu tidak mudah ya guys, seperti yang kita lihat di postinganku sebelumnya..
Tetapi memang begitulah tugas dari kepala negara, harus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan tanah airnya.
Nah sehubung dengan tema kita kali ini (“Andai Aku Jadi Presiden”), bagaimana kalau kamu atau saya menjadi seorang Presiden? Apa sih yang bakal kamu lakukan untuk Ibu Pertiwi kita?
                Jika seandainya aku menjadi seorang presiden, ada 3 hal yang ingin aku benahi di negara ini.
                 Pertama(Penegasan Hukum), seperti yang kita ketahui dan lihat sekarang ini, hukum kita kurang tegas dalam memberantas tindak Korupsi. Banyak tindak pencurian yang sederhana saja bisa mengakibatkan nyawa pencuri itu melayang, seperti kejadian ada seseorang yang kelaparan dan ia mencuri sebuah semangka dari tetangganya, ia langsung dihakimi oleh masa, dibandingkan dengan pejabat-pejabat dan aparat negara kita yang telah mencuri beratus-ratus dan bermilyar-milyar uang rakyat (KORUPSI) apa yang mereka trima sebagai hukumannya?
Apakah pantas hukuman yang mereka terima dengan kejahatan yang telah merugikan banyak kalangan rakyat?
Ada pula yang sama sekali tidak dihukum, itu sangatlah menunjukan begitu tidak tegasnya hukum negara kita dalam menangani Korupsi.
                Kita bandingkan dengan negara Cina, yang memiliki ketegasan dalam menindak kejahatan Korupsi. Cina sangatlah keras dalam menghukum pelaku korupsi, nih aku kasih buktinya
”Cheng Tong Hai, mantan pemimpin Sinopec, baru-baru ini terbukti menerima suap 195,73 juta yuan atau 28,64 juta dolar Amerika sejak 1999-2007. Maka dengan tak ayal, pengadilan menengah nomor 2  Beijing Rabu 15 Juli lalu menjatuhkan hukuman mati kepadanya.”
Cina telah belajar dari pengalaman masa lalu mereka,  bagi Cina sejak era kepemimpinan Mao Zedong pada 1949, harus diakui memang mewarisi kebobrokan birokrasi era rezim militer Chang Kai Shek. Sedemikian rupa parahnya korupsi yang dilakukan para pejabat militer maupun sipil ketika itu, sehingga dianggap sebagai faktor utama ambruknya Guomindang atau Partai Nasionalis Chang Kai Shek yang sebenarnya mewarisi pendiri Cina Dr Sun Yat Sen.
Tetapi Cina cepat belajar dari pengalaman pahit mereka sehingga mereka tidak mentolerir segala tindak korupsi yang dilakukan di negaranya.
                Berdasarkan Corruption Perception Index (CPI) yang dikeluarkan Transparancy International, Indonesia diperingkat 2,8, berarti usaha pemberantasan korupsi masih jauh dari berhasil. Sedangkan Singapore dan Brunei Darussalam, peringkatnya berada pada 5,5. Berarti jauh melampaui Indonesia. Malaysia 4,5, dan Thailand 3,3.
Seharusnya kita dapat belajar dari Cina, demi kebaikan bangsa dan tanah air kita. Banyak hal yang menjadi terhambat akibat kurang tegasnya aparat dalam menangani Korupsi di Indonesia.
                Kedua(Pemberdayaan Pendidikan),  setelah hukum kita sudah tegas, maka selanjutnya aku ingin membenahi mengenai pendidikan kita yang belum merata dan merangkul selurung rakyat kita, seperti di daerah pedalaman dan perbatasan.
Bila kita lihat sejenak di daerah Papua yang agak jauh dari kota, banyak sekali orang yang masih buta huruf, hal tersebut dikarenakan kurangnya pendidikan yang dilaksanakan disana sehingga berakibat memburuknya SDM di negeri mutiara hitam tersebut.
Secara kualitas juga kini dipertanyakan sebab dari dasar pola pendidikan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan Jakarta sangat memperbodohi dan tidak menciptakan manusia Papua yang betul betul matang disalah satu sektor yang seharusnya ditekuni.
Seperti apa yang dikatakan oleh para guru didikan Belanda bahwa didikan dan kurikulum berbasis barat yakni Belanda, sangat membentuk kedewasaan. Bila dibandingkan dengan kurikulum Indonesia, sistim pendidikan Indonesia ini hanya pendidikan diatas kertas. Tidak pada penbentukan manusianya. Apalagi untuk Masyarkat Papua.... Sehingga hasilnya antara kuantitas dan kualitas SDM Papua sangat tidak memuaskan.
                Karena itu, dengan menurunnya tingkat korupsi, KAS Negara akan bertambah, sehingga kita dapat memanfaatkannya untuk menyalurkan pendidikan yang berkualitas untuk teman-teman kita yang tertinggal jauh oleh jaman.
               
Previous
Next Post »
Thanks for your comment